Ahad, 25 Januari 2009

Seorang Wanita Bernama IBU

Kepada yang masih ada IBU...

Ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya… untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang baju kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi membeli belah bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli belah tersebut.

Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu. Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencuba satu baju kurung yang cantik.

Dan kerana ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencuba pakaian tersebut, dan dengan susah mencuba untuk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya,

Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya. Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.

Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat dilupakan dari ingatan. Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya.

Kemudian pada malam harinya saya pergi ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya ... dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...

With Love to All Mother 'JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU, KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA'.

:: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. aku menemukan cerita ini dr sebuah blog indah..katanya ia adalah karya seorang sahabat...bagiku, mgkn bkn sekadar karya tp cebisan dr kisah hidup empunya karya.

:: Terfikir sejenak, beruntung masih punya Ibu, msh ada yg peduli sakit pening..teringat pd sahabat2 yg sudh kehilangan Ibu, ditinggalkan dgn @ tanpa rela. Menjalani hidup bersendirian, tiada tempat mengadu,meluah rasa.....malangnya ada juga yg msh punya Ibu, tp meninggalkan Ibunya tanpa pernah mengirim walau secebis khabar buat mengubat rindu seorang Ibu.........

0 ulasan:

Catat Ulasan